
Program Studi Kehutanan UNSRAT Ikuti Training of Facilitator (ToF) Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 di Makassar
Program Studi Kehutanan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) turut berpartisipasi dalam kegiatan Training of Facilitator (ToF) Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 yang diselenggarakan di Makassar pada tanggal 4–8 Mei 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Bapak Herban Heryandana, S,Hut, MSc , yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran inventarisasi hutan dalam menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi guna mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan ini terlaksana sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional di bidang inventarisasi hutan yang terus berkembang, khususnya setelah diterbitkannya Petunjuk Teknis Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Norway melalui Proyek FOLU Net Sink 2030 Tahap 2, yang bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas data kehutanan nasional sebagai dasar pengambilan kebijakan yang berbasis ilmiah dan berkelanjutan .
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya implementasi IHN 2.0 yang bertujuan meningkatkan kualitas data sumber daya hutan melalui pendekatan metodologi terbaru, pemanfaatan teknologi digital, serta integrasi data dalam sistem smart forest management. Kegiatan ini juga menjadi sarana diseminasi kebijakan dan teknis terbaru kepada kalangan akademisi, khususnya dosen yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) yang langsung dihadiri ketuanya Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P.
Dalam kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari Kementerian Kehutanan, antara lain Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH), serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan tenaga ahli dari perguruan tinggi serta peserta dari anggota Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA), Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah VI , dan SMK Kehutanan Negeri Makassar. Tercatat 25 perguruan tinggi kehutanan dari berbagai wilayah di Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan ini, termasuk Universitas Sam Ratulangi sebagai salah satu pesertanya dengan memberikan tugas kepada Wawan Nurmawan, S, Hut, MSi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari kebijakan dan regulasi terkait inventarisasi hutan nasional, perencanaan dan pelaksanaan inventarisasi, hingga teknik pengukuran dimensi pohon, bambu, rotan, dan liana. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik lapangan di lokasi KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo dan kawasan Untia Makassar untuk memperkuat pemahaman teknis secara langsung di lapangan .
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menjadi fasilitator yang mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan terkait IHN 2.0 di institusi masing-masing. Program Studi Kehutanan UNSRAT diharapkan dapat mengintegrasikan hasil pelatihan ini ke dalam kegiatan akademik maupun penelitian, sehingga berkontribusi dalam penyediaan data kehutanan yang berkualitas serta mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Indonesia.
(NWA)