Pelatihan dan Uji Kompetensi Tata Kelola Jurnal Ilmiah dengan Sertifikasi BNSP

Pelatihan dan Uji Kompetensi Tata Kelola Jurnal Ilmiah dengan Sertifikasi BNSP

Dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas jurnal di lingkungan Program Studi Kehutanan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), pengelola Jurnal Silvarum dan Jurnal Lentera Hijau Indonesia (JLHI) telah mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan. Jurnal Silvarum, yang telah menjadi salah satu jurnal dalam bidang kehutanan, kini berkolaborasi dengan Yayasan Bina Lentera Insani untuk menerbitkan JLHI. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan publikasi, tetapi juga meningkatkan kualitas konten yang dipublikasikan. Dalam konteks ini, pengelola jurnal berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi mereka melalui berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi yang relevan.

Salah satu langkah penting yang diambil adalah mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi baik secara luring maupun daring. Pelatihan dan Uji Kompetensi ini dirancang untuk memberikan wawasan dan pengetahuan terbaru mengenai tata kelola jurnal ilmiah, mulai dari proses pengelolaan naskah, penilaian oleh reviewer, hingga penerbitan. Misalnya, salah satu pelatihannya diadakan secara daring, peserta diberikan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli di bidang penerbitan ilmiah yang membahas tentang pentingnya transparansi dan etika dalam publikasi. Hal ini sangat penting mengingat bahwa kepercayaan publik terhadap jurnal ilmiah sering kali bergantung pada bagaimana jurnal tersebut dikelola dan dioperasikan.

Selain itu, pelatihan yang diadakan juga mencakup aspek teknis dalam pengelolaan jurnal, seperti penggunaan perangkat lunak manajemen referensi dan platform publikasi daring. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi ini, pengelola jurnal dapat mengoptimalkan proses editorial dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan naskah. Sebagai contoh, penggunaan sistem manajemen jurnal seperti Open Journal Systems (OJS) memungkinkan pengelola untuk melacak naskah dari tahap pengiriman hingga publikasi dengan lebih mudah. Hal ini tidak hanya mengurangi kemungkinan kesalahan, tetapi juga mempercepat waktu publikasi, yang merupakan faktor penting dalam dunia akademis yang kompetitif saat ini.

Langkah terbaru yang diambil oleh pengelola jurnal adalah mengikuti uji kompetensi bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Uji Kompetensi Tata Kelola Jurnal Ilmiah yang dilaksanakan pada 25 April 2026 di Kampus IAIN Manado merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa pengelola jurnal tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan dalam menjalankan jurnal ilmiah. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa pengelola jurnal telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dan siap untuk menghadapi tantangan dalam dunia penerbitan ilmiah.

Dua pengelola jurnal yang mengikuti uji kompetensi ini, Fabiola B. Saroinsong, S.P., M.Si., Ph.D dan Wawan Nurmawan, S.Hut., M.Si., merupakan individu yang sangat berkomitmen dalam meningkatkan kualitas jurnal di Prodi Kehutanan. Dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman dalam penelitian, mereka tidak hanya membawa pengetahuan teoritis, tetapi juga praktik terbaik dalam pengelolaan jurnal. Fabiola, misalnya, memiliki pengalaman luas dalam penelitian kehutanan dan telah menerbitkan banyak artikel di jurnal internasional, sedangkan Wawan memiliki keahlian dalam manajemen sumber daya alam yang sangat relevan dengan fokus jurnal.

Melalui langkah-langkah ini, Prodi Kehutanan Unsrat tidak hanya berupaya untuk meningkatkan kualitas jurnal, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kehutanan. Dengan meningkatkan kompetensi pengelola jurnal, diharapkan publikasi yang dihasilkan akan lebih berkualitas, kredibel, dan dapat diakses oleh lebih banyak pembaca. Selain itu, upaya ini juga mendukung visi dan misi universitas untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dalam penelitian dan publikasi.

Dengan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kompetensi pengelola jurnal, diharapkan dapat tercipta lingkungan akademis yang lebih produktif dan inovatif. Hal ini tidak hanya akan memperkuat posisi Jurnal Silvarum dan JLHI di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik terbaik dalam bidang kehutanan. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat beradaptasi dan berinovasi untuk memenuhi tuntutan zaman serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *